Entah kenapa Allah menyuruhku berpijak ditempat ini,
Bertemu dengan kalian, para manusia yg subhanallah layaknya malaikat.
maaf.. Kalau akhir2 ini, aku sering melontarkan kalimat2 tidak enak.
Aku menyadari itu.
Untuk itu aku minta maaf.
Hingga akhirnya, aku begitu sering
bertanya,
aku begitu sering mengernyit,
berceloteh,
Kebingungan,
Protes,
Atau tatapan mataku,
membuat kalian begitu terganggu,
aku minta maaf.
Sungguh aku begitu semangat untuk belajar mencintai jalan ini, tapi mungkin caraku yg salah.
maaf kalau aku tak bisa diam dan begitu sok sibuk ingin melakukan amanah yg diberikan,
aku juga pernah merasakan hari2
panjang penuh peluh tanpa tidur, demi berlari dalam pacuan jalan ini, sebuah jalur,
yang penuh duri, namun lagi-lagi tak sanggup kutinggalkan, Karena aku cinta.
dan itu pun sebelum kumenjejak di
tempat ini, sebelum hari ini.
Sungguh, aku benci harus terjebak dalam kondisi yang tanpa orientasi,
Individualisme nyata dalam bendera ukhuwah
Menjadi salah atas sesuatu yang tak
kupahami,
Atau berlari tanpa tahu apa yang kucari,
Hanya berlari, berharap tujuan itu kutemui,
meski entah kapan.
Semua itu, karena pilar pertama ku retak,
dan tak seorang pun mau membantuku
menegakkannya kembali.
Aku tak pandai bicara,
Tak pandai memberikan ide2 cemerlang,
Aku juga bukan siapa2,
Bukan kadiv, bukan pj, bukan presiden KM, apalagi presiden negara.
Tapi, apakah cinta hanya bisa dimiliki mereka para petinggi itu??
Apakah aku tak berhak bicara? Sedang bicarapun menyebabkan masalah, karna mungkin, ilmuku tak se tinggi kalian.
Namun,
“ Aku hanya ingin kita TETAP saling merangkul
dalam 1 barisan. SATU,hingga tak ada 1/3,
1/6, 1/12, bahkan 1/tak hingga di balik tameng retorika SATU. Dan semua itu bermula dari CINTA ”
Dan hari ini, sungguh aku ingin minta
maaf...
Tapi aku punya satu pertanyaan, sebelum setiap kita berteriak2 tentang ukhuwah,
Pernahkah kau sadari sakit yang tak pernah terungkap,
Sebab rasa tak selamanya mampu berbicara. Maaf,
maaf :'(
Minggu, 08 Mei 2011
Diposting oleh ruang kecil jendela inspirasi di 21.00 0 komentar
. R. I. N. D. U
Kerinduan tanpa batas menghantui hari2ku menembus alam dimensi pikiranku.
Kerinduan tanpa batas membawaku jatuh ke garis titik nadir kehidupan ini,
Sepatah kata rindu yg terucap dr suara hatiku.
Sebuah kata rindu yg tak dapat dilukiskan oleh seribu bait2 syair seorang pujangga.
Sebuah kata rindu yg tak dapat diukir oleh seribu pahatan seorang seniman.
Maaf kan ego ku yg kadang tak bisa memahami kesibukanmu.
Diposting oleh ruang kecil jendela inspirasi di 08.29 0 komentar
ini tentang komitmen sobat
Sabtu, 30 April 2011
maka tidak akan banyak da’i yang berguguran di tengah jalan.
Dakwah akan terus melaju dengan mulus untuk meraih tujuan-tujuannya dan mampu memancangkan prinsip-prinsipnya dengan kokoh.
Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus …,
niscaya hati sekian banyak orang akan menjadi bersih, pikiran mereka akan bersatu, dan fenomena ingin menang sendiri saat berbeda pendapat, akan jarang terjadi.
Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus …,
maka sikap toleran akan semarak, saling mencintai akan merebak, hubungan persaudaraan semakin kuat, dan barisan para da’i akan menjadi bangunan yang berdiri kokoh dan saling menopang.
Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus …,
maka dia tidak akan peduli saat ditempatkan di barisan depan atau belakang.
Komitmennya tidak akan berubah ketika dia diangkat menjadi pemimpin yang berwenang menentukan keputusan dan ditaati
atau hanya sebagai jundi yang tidak dikenal atau tidak dihormati.
Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus …,
maka hati seorang da’i akan tetap lapang untuk memaafkan setiap kesalahan saudara-saudara seperjuangannya, sehingga tidak akan tersisa tempat sekecil apapun untuk permusuhan dan dendam.
Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus …,
maka sikap toleran dan memaafkan akan terus berkembang, sehingga tidak ada momentum yang bisa menyulut kebencian, menaruh dendam, dan amarah.
Namun sebaliknya, semboyan yang diusung bersama adalah “saya sadar bahwa saya sering melakukan kesalahan, dan saya yakin anda akan selalu memaafkan saya.”
Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus …,
maka tidak mungkin akan terjadi kecerobohan dalam menunaikan kewajiban dan tugas dakwah.
Namun yang terjadi adalah fenomena berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan dan bersungguh-sungguh untuk mencapai derajat yang lebih tinggi.
Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus …,
maka semua orang akan sangat menghargai waktu. Bagi setiap da’i, tidak ada waktu yang terbuang sia-sia karena dia akan menggunakannya untuk ibadah kepada Allah di sudut mihrab, atau berjuang melaksanakan dakwah dengan menyeru kepada kebaikan atau mencegah kemungkaran.
Atau menjadi murabbi yang gigih mendidik dan mengajari anak serta istrinya di rumah. Da’i yang aktif di masjid untuk menyampaikan nasihat dan membimbing masyarakat.
Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus …,
maka setiap da’i akan segera menunaikan kewajiban keuangannya untuk dakwah tanpa dihinggapi rasa ragu sedikit pun. Semboyannya adalah
مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاق
“Apa yang ada padamu akan habis dan apa yang ada di sisi Allah akan kekal.” [an Nahl, 16:96]
Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus …,
maka setiap da’i akan patuh dan taat tanpa merasa ragu atau bimbang. Di dalam benaknya, tidak ada lagi arti keuntungan pribadi dan menang sendiri.
Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus …,
maka akan muncul fenomena pengorbanan yang nyata.
Tidak ada kata “ya” untuk dorongan nafsu atau segala sesuatu yang seiring dengan nafsu untuk berbuat maksiat.
Kata yang ada adalah kata “ya” untuk setiap perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah.
Jika komitmen para terhadap dakwah benar-benar tulus…,
maka setiap anggota akan menaruh kepercayaan yang tinggi kepada pemimpin fikrah. Setiap yang bergabung akan melaksanakan kebijakan pimpinannya dan menegakkan prinsip-prinsip da’wah di dalam hatinya
Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus …,
maka setiap orang yang kurang teguh komitmennya akan menangis, sementara yang bersungguh-sungguh akan menyesali dirinya karena ingin berbuat lebih banyak dan berharap mendapat balasan serta pahala dari Allah.
Diposting oleh ruang kecil jendela inspirasi di 07.34 0 komentar
Ia ada dan selalu ada
Diposting oleh ruang kecil jendela inspirasi di 07.16 0 komentar
biar nggak jelas tapi berfaedah
Selasa, 29 Maret 2011
sebenernya ini tulisan yang paling nggak jelas,
tadinya mau di post ke blog, tp ternyata server blognya eror.
akhirnya aku posting ke FB.
eeehhh... ternyata malah, notes aku dijadiin buat note of the week buletin fatebook edisi perdana euy.
hehehehe...
Ehem...
Sejenak menutup buku fisika universitas jilid 2 yg dipinjam dari perpustakaan.
Cukup saya sudahi pemahaman ini.
bukan karna aku sudah paham, tapi karna aku nggak paham2.
1 halaman aku bisa paham, ketika balik kehalaman selanjutnya langsung saja hilang pemahaman2 sebelumnya.
cepat masuk cepat keluar pula dari otak. Rumus, tulisan, dan gambar itu ditolak mentah2 oleh impuls syarafku. (Astagfirullah... Semoga bukan karena pikiran dan tubuhku tertutup oleh dosa, cukup dengan tubuhku yang berbantal timbunan lemak ya Allah. Jangan ditimbun dosa)
Hmmm...
Terbesit pikiran,
''ngapain juga belajar hukum kirchhoff ya? Kan bukan anak elektro?''
Intinya selama ini belajar fisika.. Alasannya karena Memenuhi kewajiban aja, tanpa tau kaidah dan hakikat ilmu itu sendiri. (apa ya?? -.-a)
Selintas pula saya kepikiran mengenai makna hidup?.
Hidup itu capek nggak sih?
Kalo dipikir2, dari kecil sampe sekarang, kita ngejar apaan sih?
Ilmu? (Terus apa?)
Harta? (Kalo udah banyak ngerjar apa lagi?)
Kebahagiaan? (rata2 manusia hidup di bumi cuma 60tahun kok, sebentar)
aiiiihhh.... lupa.
Jelas2 tertulis dalam kitab yang maha Agung, bahwa hidup hanyalah untuk beribadah kepadaNYA.
sama kasusnya kaya belajar fisika, intinya ibadah yaa ibadah aja, tanpa tau hakikat ibadah itu apa.
(padahal udah hampir 18 tahun -.-'')
Hhm .. Sejujurnya aku tak paham,
Apa arti hidup dan kehidupan.?
Apa makna mati dan kematian.?
(untungnya belum pernah ada yg nanya kaya gini ke aku)
aku sempat bangga atas ilmu yg ku punya.
Sempat kebangetan bangganya karena dikasih kesempatan meraup ilmu di perguruan tinggi ternama.
Juga sempat bangga diguyur tumpahan samudra ilmu.
Padahal...
Kebanggaan itu hanyalah semu.
Kebanggaanku begitu dangkal, bahkan penduduk langit pun mengutuknya. (nauzubillah)
Buktinya aku tak pernah tau jawabannya.
Entah itu pertanyaan rumit atau sederhana. (sukakmu lah!)
aku tak pernah mendapatkan hakikat penjelasan itu.
Mungkin hati ini terlalu kotor.
Terlalu munafik dan terlalu dangkal untuk memahami penjelasanMU.
Penjelasan yg tertulis jelas dalam kitabMU.
Penjelasan yang KAU ukir abadi dalam bumi, yang KAU lukiskan di langit.
Aku mengutuki diri ini terlalu lemah untuk mengerti, diri ini terlalu lambat untuk memahami (semoga nggak lebih lambat dari pentium 1).
''sedangkan hakikat hidup ini adalah sebuah pengertian. (pengertian yang tulus)
Hakikat hidup ini adalah sebuah pemahaman. (pemahaman yang indah)'' -darwis
Bagaimana itu pegertian yang tulus dan pemahaman yang indah om darwis?? -.-a
Ya Allah...
Apakah semua hambaMU berhak atas sebuah penjelasan?
penjelasan dari hati ya Allah.
Bukan penjelasan dari buku2 yang ditulis om haliday, mas cuttnel, atau mbah purcell.
Bukan penjelasan dari tabel appendix kimia om brady.
Tapi penjelasan yang langsung kau kirimkan dari arsyMU.
semoga hamba bisa berkesempatan mendapatkan remah-remah penjelasanMU, dan bisa merasakan sisa-sisa pemahaman.
Pemahaman tentang semua hidup dan kehidupan ini.
Salah satunya pemahaman buat fisika dasar juga.
(........)
Diposting oleh ruang kecil jendela inspirasi di 08.33 0 komentar
tugas kita ^^,
Lagi-lagi memang seperti itu da'wah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulang..
Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu.
"Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung; semuanya enggan untuk memiikul amanat dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, lalu dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh"(QS. Al-Ahzab: 72)
Kembalilah pada iman, maka semua keinginan kan terujud. Keinginan yang tidak dibatasi oleh target, angka, atau hasil yang bisa diraba. Karena keinginan tak pernah selesai oleh semua itu. Tapi keimanan akan memberi semua harapan melalui ketenangan, ketentraman hati, dan kepuasan jiwa.
Diposting oleh ruang kecil jendela inspirasi di 08.21 0 komentar
karena setiap detik adalah amanahNYA
Lantas, jika setiap nafas adalah cobaan yang siap mengangkat level ketaqwaan,
Mengapa harus ada keluh?
hhmm..
mencoba merumuskan kembali kemana hendak berlari.
lelah?
yasudahlah... istirahatnya nanti aja di surga.
SEMANGKAAA!!!!
Diposting oleh ruang kecil jendela inspirasi di 08.17 0 komentar
