terinspirasi dari novelnya tere liye

Selasa, 29 Maret 2011


aku tak ingin menjadi daun.
Dan aku memang bukan daun.
Bukan salahku juga bila aku mencintainya,
bukan keinginanku juga menyayanginya.
Perasaan kagum ini mula2 datang ke hatiku.
Aku menerimanya dengan baik..
membelenggu, meluluhkan, membuncah serasa emosi ini sedang hipokrit.
Aku sekarat oleh perasaan cintaku padanya.
Aku tak tau apa yang akan kulakukan.
Maju atau mundur atau diam ditempat??
aku mengaguminya dengan ikhlas.
Tak peduli bagaimana perasaannya padaku.
Aku sudah lelah berangan2, menebak2 hal2 yang tak rasional untuk menyenangkan perasaanku sendiri.
Aku benci keegoisanku.
Segala paradoks ganda yang berlawanan menjadi jati diriku yang sekarang.
Aku meniru gayanya, kebiasaannya, kesenangannya.
Tapi disisi lain aku juga membencinya.
Apa pula aku ini.
Aku harus mengerti bahwa hidup ini harus menerima. (penerimaan yang indah).
Hidup ini harus di pahami (pemahaman yang tulus).
Hidup ini harus di jalani. (dalam jalan yang ikhlas)
aku ikhlas... Aku pasrah...aku menerima semuanya.
Biarlah aku luruh ke bumi seperti daun.
Daun yang tak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya

0 komentar: