keluargaku SF 2010 ^^,

Senin, 30 Mei 2011


Sekilas refleksi setelah menjalani 4 pertemuan AKSARA dan 2 semester bersama SF 2010, (maaf tulisannya cupu. hehe :p)


Lewat suhuf-suhuf cinta,
kutemukan banyak cerita,
tentang 'kebersamaan'




Ketika kebersamaan ditantang apakah mampu bertahan,
ketika keluarga menjadi kata yang sulit diartikan, 
pertanyaan datang bagai lecutan bagi batin kami yg tidur,,
apakah kami pantas disebut keluarga?


Sejenak tak sadar
tantangan menunggu di depan 
waktu dan jarak datang bagai tebing memisahkan
ego datang bagai pisau yg menusuk dari belakang
apakah kita dapat bertahan?


Dalam kegelapan kita berjalan
berdiri di depan cahaya silau panas menyengat
dan ketika aku menyentuh tanganmu kawan
hati ini brgetar,
inikah saudaraku?
inikah sosok hebat itu?
inikah snyum manis it?
inikah gelak tawa itu?


Hati lagi2 brgetar
kawan,, kurasa aku jatuh cinta dengan kalian,,


Keraguan menjadi sebuah keyakinan
kuyakin kalian saudaraku
kuyakin kalian belahan jiwaku

dan aku ingin terus bersama
sekarang,
Esok,
dan slamanya
 


terimakasih SF 2010,
Untuk kebersamaan yang begitu bermakna,
meski ditengah kesibukan yang seolah tak mengenal jeda. ^^,
 
GO SF !! GO.. GO.. SF!!


be a seven stars pharmacist (+one)

hmm.. banyak cerita di kaderisasi AKSARA (aktualisasi karakter dan semangat berkarya).
nggak muna, emang acara ini bener2 super duper malesinnya. CAPEK fisik, mental dan pikiran.
AKSARA merupakan suatu acara kaderisasi untuk kami anak TPB (tahun pertama) di ITB yang mau ke tingkat dua untuk masuk Himpunan Mahasiswa Farmasi (HMF) 'ARS PRAEPARANDI'

kembali lagi sebuah teguran dan pembelajaran perbaikan karakter yang ku peroleh. mulai dari pertemuan pertama sampai kekarang pertemuan ke 4.

be a seven stars pharmacist _+one

1. Leader
seorang farmasis harus punya jiwa kepemimpinan yang kuat, baik memimpin diri sendiri, atau orang lain. 

2. Decision Maker
Seorang farmasis harus bisa mengambil keputusan dengan bijak. memberikan keputusan terbaik dan win-win solution dalam tiap permasalahan 

3. Communicator
Seorang farmasis harus bisa mengkomunikasikan ide, gagasan, wawasan, info dan segala sesuatu diperlukan kepada orang lain dengan baik dan komunikatif. 

4. Long Life Learner
Seorang farmasis harus mengembangkan sikap mencari ilmu sepanjang hayat. 

5. Teacher
Seorang farmasis harus bisa mengkader para farmasis2 muda agar bisa menjadi farmasis2 sesungguhnya. 

6. Care Giver
Seorang farmasis harus punya kepedulian yang tinggi dan memiliki sikap pelayanan dan perhatian yang baik kepada masyarakat. 

7. Manager
Seorang farmasis harus bisa mengelola dan mengatur segala sumber daya yang ada.

+one : Researcher
Seorang farmasis harus bisa menerapkan sikap meneliti dan mengembangkan pengetahuan ke arah yang lebih baik

betapa mulianya sikap tersebut? tak lain tak bukan, tugas kita sebagai profesi kesehatan ya untuk meningkatkan taraf kesehatan untuk semua insan. nggak ada tuh yg namanya perbedaan kesenjangan sosial. 

lalu bagaimana ketika kita menyikapi "Polemik Kapitalisme KESEHATAN : Orang Miskin DILARANG Sehat!!!"

kembali tanya pada diri sendiri, kenapa kami ingin menjadi seorang pharmacist??
sebatas eksistensikah ?
sebatas kebanggaan kah karena kita di beri kesempatan untuk lebih tau mengenai obat dan zat aktif didalamnya?
atau hanya sebatas materi?
benarkah retorika tersebut mewakili sikap dan harapan terbentuknya peradaban dan mutu kesehatan yang tinggi?
kemana kah sikap "seven stars pharmacist +one" ? semoga nggak sebatas kata2 'dewa'.

aku ingin jadi pharmacist.
Yang bisa membuat antibiotik.
Untuk mengobati tubuhmu yang kejang. Lantaran tak berdaya lagi menahan serangan demam kemiskinan.
Juga untuk tubuhmu yg lemah oleh dinginnya tenda pengungsian, menggigil bersama anak2 mu yg tidur beralaskan koran. Terkapar dibawah jarum2 hujan.

Sungguh, aku akan jadi seorang pharmacist.
Yg bisa membuat antiseptic. Untuk lukamu yg menganga pedih.
Tercabik oleh kebencian dan permusuhan atas nama etnik.
Bernanah terinfeksi SARA.
Melepuh digerogoti pandemi korupsi.

Nanti ketika aku menjadi seorang pharmacist.
Akan ku temukan obat untuk gendang telingamu yang robek. Karena pekak oleh teriakan janji2 kemakmuran. Pekik keadilan! Sedangkan jutaan fakir masih bersimfoni dengan menyanyikan lagunya lapaaar lapaar.

Lalu akan kubuat obat untuk matamu yang buta.
Lantaran tak mampu lagi melihat operet kemiskinan. Diiringi nada pilu para pengamen cilik yang harus putus sekolah.

Aku ridho menjadi seorang pharmacist.
Dan karena itu, aku akan membuat obat untuk lambungmu yang terus bergejolak. Ingin muntah, dijejali banyak retorika, dan tak sanggup lagi mencerna slogan2 atas nama kemanusiaan dalam dalil2 kebusukan berkedok kesejahteraan. Topeng kemunafikan !

Demi Allah aku ingin jadi pharmacist yang keren gitu lhoo.
Sebab.. Indonesiaku sedang sekarat! Dan butuh obat untuk sembuh, dan kembali membangun peradaban yang mulia.
^^,




Maka bacalah dan pena adalah pengantarnya :)

Sabtu, 14 Mei 2011

Tidakkah kau lihat langit biru dengan awan berarak disulam oleh burung-burung, amatlah indah. Atau engkau saksikan lereng bukit yang teramat indah. Atau taman bunga yang mekar beraneka warna dengan harum semerbak, teramat indah. Atau kau dengar suara jangkrik bersahutan, teramat indah. …Mengapa hati yang satu-satunya ini, kau biarkan merana tanpa gelora cinta kepadaNya?” 

Ketika itu, belum ada manusia, belum ada bumi, belum ada matahari, belum ada malaikat – malaikat yang berterbangan, lalu Allah menciptakan sebuah ciptaan yang diberi nama pena,

setelah menciptakan pena, kemudian Allah menuliskan dengan pena tersebut makhluk – makhluk yang kelak akan diciptakanNya.
Allah menuliskan Bumi, Matahari, gunung – gunung, lautan, malaikat, burung – burung,  dan binatang – binatang lainnya, dan alam semesta yang dilukiskan dengan pena, kemudian Allah juga menuliskan manusia dengan penaNya sebagai makhluk yang mulia.

Kun fayakun ”…. Lalu kemudian terciptalah berbagai ciptaan Allah sesuai rancangan yang maha sempurna tersebut. Ada matahari yang diberi tugas oleh Allah untuk terus memberikan sinar kehidupan kepada seluruh makhluk di jagad raya, ada bumi yang didalamnya terdapat gunung – gunung, lautan, daratan dan diberi tugas sebagai tempat berpijaknya makhluk Allah yang paling mulia, yaitu manusia.

Kesemua ciptaan Allah tersebut bertugas dengan sepenuh hati, tunduk dan patuh terhadap perintah Allah sesuai tupoksinya, matahari terus memberikan sinar kehangatan kepada seluruh jagad raya, bumi terus berputar mengelilingi matahari secara teratur untuk memberikan kebermanfaatan bagi makhluk Allah yang berpijak diatasnya. Kemudian Allah menciptakan makhluk – makhluk selanjutnya dengan harapan dari Allah SWT bahwa kesemua makhluk ciptaanNya itu patuh dan tunduk kepadaNya melaksanakan perintah dan menjauhi laranganNya. Begitu terencana, itulah gambaran dari semua penciptaan Allah yang ada di jagad raya ini. Mari kita tengok pengakuan dari sahabat Nabi Abdullah Bin Amr Bin Ash ketika beliau mendengarkan Rasulullah bersabda  : ”Allah telah menetapkan takdir makhluk ini sebelum Dia menciptakan langit dan bumi dalam jarak waktu 50.000 Tahun. Dan ’Arsy-Nya diatas air”.

Lalu lihatlah suatu ketika, Sayidina Ali ra, sahabat yang juga menantu Rasulullullah SAW bertanya tentang penciptaan alam semesta oleh Allah , “Wahai Nabi, kedua orang tuaku akan menjadi jaminanku, mohon katakan padaku apa yang diciptakan Allah Ta’Ala sebelum semua makhluk Alam semesta ini diciptakan?” Dan Nabi pun menjawab “ Allah menciptakan Pena, Allah kemudian memerintahkan Pena untuk menulis, dan sang Pena bertanya, “Ya Allah, apa yang harus saya tulis?” Allah berkata, “Tulislah : La  ilaha ill Allah, Muhammadan Rasulullah .” Kemudian Allah memerintahkan Pena untuk menulis. “Apa yang harus saya tulis, Ya Allah?” bertanya Pena. Kemudian Rabb al Alamin berkata, “Tulislah semua yang akan terjadi sampai Hari Pengadilan !” Berkata Pena, “Ya Allah, apa yang harus saya mulai?” Berkata Allah, “Kamu harus memulai dengan kata-kata ini : Bismillahirrahmannirrahim. ” Kemudian Allah memerintahkan pena itu untuk menuliskan takdir. Penciptaan takdir dengan pena bersamaan dengan penciptaan pena itu sendiri. Seperti yang pernah dikisahkan dalam hadits Imam Ahmad dalam musnadnya, dari Ubadah bin Shamit, ia bercerita, ” Ayahku pernah memberitahuku, ia menceritakan, aku pernah masuk rumah Ubadah yang ketika itu sedang jatuh sakit. Apakah dalam sakitmu itu engkau menghayalkan kematian?’ Maka kujawab,”Wahai ayahku, bagaimana aku dapat mengetahui baik dan buruknya takdirku sesungguhnya?’ Ia manjawab,’Engkau mengetahui bahwa apa yang menjadikan kamu bersalah bukan sebagai musibah bagimu. Dan musibah yang menimpamu bukan untuk menyalahkanmu. Wahai putraku, sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda : ” Sesungguhnya sesuatu yang pertama kali diciptakan Allah adalah Qalam (pena). Kemudian Allah berfirman,”Tulislah ! maka pada saat yang sama berlaku pula apa yang telah tercipta sampai hari kiamat tiba”.

Ya, kalau dengan sebuah pena maka Allah akan mampu menciptakan mahakarya yang sangat dahsyat ini, maka tentu bahwa Allah sangat mementingkan hal yang satu ini, yaitu ketika kita kaitkan antara pena, membaca, dan ilmu pengetahuan , maka akan ada sebuah korelasi yang sangat erat, ada keterkaitan antara ketiga hal tersebut. Dengan pena kita mampu mentrasformasi segala yang kita pikirkan, sehingga kita pun bisa membaca. Seperti yang Allah katakan dalam suratnya yang turun pertama kali, surat Al-Alaq “Bacalah! Dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Itulah kalimat sekaligus perintah Allah yang pertama kali sampai kepada Rasulullah SAW. Sebuah seruan yang memerintahkan kepada Rasulullah SAW, kita para manusia, untuk membaca, membaca atas segala sesuatu yang ada dibumi yang diciptakan Allah Rabbul Izzati kepada para manusia, dan kemudian dihayati dan tentu yang paling penting adalah kita mampu mensyukuri segala hal yang kita peroleh dari Allah. Kemudian dalam ayat selanjutnya Allah pun mengatakan, Bacalah dan Tuhanmu yang telah memuliakan, yang mengajarkan manusia dengan perantaraan qalam (pena) .

Dengan pena, akan ada sebuah pengetahuan, dan itu merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada semua makhluk ciptaannya. Dengan perantaraan pena, Allah akan mentransformasikan bentuk kasih sayangnya kepada Jin, gunung – gunung, manusia, air, binatang – binatang, dan semua makhluk yang dirancang dan diciptakan oleh Allah.

” Tiada suatu bencanapun yang menimpa dibumi dan pada diri kamu melainkan telah tercatat dalam kitab ( Lauhil Mahfuzh ) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah sangat mudah. Supaya kamu jangan bersedih terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepada kamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS. Al –Hadid, ayat 22-23)

“ Tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan yang tertulis dalam kitab yang nyata ”. ( QS. Al-An’am : 59 )

Ayat diatas menegaskan bahwa al-Qur’an merupakan kitab yang dipelihara keasliannya oleh Allah. Ayat tersebut juga untuk membantah orang-orang yang melecehkan al-Qur’an. Mereka mengatakan bahwa al-Qur’an adalah dongeng yang berisi kebohongan, padahal dengan ditempatkan di Lauhil Mahfudz niscaya Al-Qur’an tidak akan mengalami perubahan, penambahan, atau pergantian sampai akhir zaman. Dan sang sucipun akan tetap tegak, tetap kokoh, tidak akan terkekang, tidak akan pernah luntur kemurniannya, sampai nanti, sampai kapanpun, walaupun para kaum – kaum pembodoh berusaha merusaknya, maka Allah pun akan tetap melindunginya, melindungi Al-Qur’an, yang mulia ini. Maka dengan ini ada sebuah proklamasi kasih sayang dari Allah untuk hamba – hambaNya yang senantiasa berserah diri. Didalam kitab itu. Al – Qur’an yang mulia. Dan sebuah syair akan kulantunkan untukmu wahai para perindu kasih sayang Allah.

Maka bacalah,
bacalah dengan meyebut nama Tuhanmu,
bacalah dengan penuh kesungguhan,
bacalah, sampai air matamu habis menapaki setiap jengkal Ayatullah
bacalah, dan arungilah lautan kasih sayang Tuhanmu
bacalah, sampai kaki – kakimu lelah penuh kenikmatan
bacalah, seperti halnya Utsman,
yang menikmati setiap jengkal huruf didalamnya sampai ajal menjemputnya
bacalah, seperti ketika hati Umar, sang penentang Islam pun luluh lantah mendengar suaranya
bacalah, maka kenikmatan yang akan kaudapati
maka bacalah, maka surga ada dalam genggamanmu

GOD loves me so much and I love you so much :)


Ya Allah taukah kamu apa yang aku pikirkan dan sedang aku alami…

Suatu ketika….
Aku pernah berdoa untuk mencari jawaban
Aku pernah berdoa untuk meminta kekuatan
Aku pernah berdoa untuk diberi petunjuk

Aku tau Yang Maha Kuasa benar-benar mencintai dan menyayangiku
Semua doaku menjadi kenyataan, sesuatu kenyataan yang begitu abstrak dan sulit aku mengerti bahkan aku terima, menuntut aku untuk mengerti apa hikmah dari semua ini
Baik bermanfaat untuk saat ini atau ke depan.
Semua keraguanku, kau buat air yang tadinya keruh menjadi jernih
 
Aku tau kau melakukan semua ini karena engkau sangat, sangat, dan sangat mencintaiku dan menyayangiku sangat.
Mulai maasalah satu, masalah dua, masalah tiga, dst… 
yang kemudian telah menjadi tumpukan sampah yang tidak bermanfaat.

Buatku ini adalah posisi yang sulit
Antara aku harus mengingatkan untuk kebaikan bersama
Antara aku harus menunjukkan rasa kepedulianku
Antara aku tidak konsisten dalam masalah perasaan
Antara aku menjadi seseorang yang tetap penakut dan menutupi diri
Antara aku menjadi pribadi yang bukan maul banget
Antara aku sekedar berhubungan pertemanan yang hanya berdasarkan kuantitas ataukah kualitas???
dan
Yang paling penting adalah…
Antara aku harus siap kehilangan teman-teman yang sangat aku hargai, aku hormati, aku banggakan, bahkan aku sayangi disaat aku harus berani mengungkapkan kebenaran yang tentunya akan sangat menyakitkan bagi mereka.

Aku bersyukur dengan kejadian ini semua, adalah semata-mata membuatku untuk :
Menjadi semakin tangguh
Menjadi tidak lemah
Menjadi tidak mengecewakan kedua orang tuaku
Menjadi tidak suka menangis
Menjadi aku tau mana yang benar dan yang batil
Menjadi aku tau teman-teman mana sajakah yang benar-benar memiliki ketulusan
Menjadi seseorang yang akan kau banggakan kelak suatu hari nanti

Biarkan saja aku dibenci atau bahkan di caci maki
Namun, yang aku tau…aku telah melakukan yang benar
Aku sadar aku masih perlu banyak belajar dan masih banyak kekurangan

Oleh karena itu ingatkanlah aku selalu yaa Allah…
Aku hanya akan semakin bersalah jika aku hanya diam membisu
Tenang saja…selain aku sudah berbuat, aku juga selalu mendoakannya agar kita semua selalu dalam lindungan-Nya
Setidaknya dengan aku mengatakan yang sebenarnya, Allah juga sedang menguji konsistensi akan prinsip hidupku di dunia untuk kebahagiaanku di akhirat kelak.

Ya Allah, aku takut…
Aku takut suatu hari aku rapuh dan aku tak kuasa menghadapi masalah yang sekiranya akan menggores keimananku…
Kuatkanlah aku yaa Allah
Yakinlah diriku ini, bahwasannya engkau akan memberikan sesuatu hadiah yang lebih indah, dibandingkan aku menikmati keingkaran duniawiku dalam sementara waktu dan kemudian terjadilah suatu penyesalan
Aku memang kesepian, namun…
Setiap detik masalah yang engkau berikan kepadaku, membuatku tidak merasa kesepian.
Membuat hidupku menjadi seperti warna pelangi.
Membuatku berada di sekeliling orang-orang yang lebih hebat dan lebih menyayangiku
Betapa bodohnya karena aku tidak pernah menyadari hal ini dan hanya berada dalam suatu lingkaran hitam.

Terima kasih yaallah karena kau sudah mengingatkanku…
Terima kasih yaallah karena kau mengenalkan ilmu yang begitu hebat
Terima kasih yaallah karena kau mengenalkan pengalaman yang begitu dasyat
Terima kasih yaallah karena kau selalu menghidangkan makanan yang penuh duri menjadi semanis madu
Terima kasih, terima kasih, dan terima kasih….

Ya Allah….taukah kamu
Aku ingin sekali menangis di dalam pelukanmu, sangat…


berislam itu mbok yang keren gitu loh

Minggu, 08 Mei 2011

Sedikit sharing mengenai pikiran2 saya,
yaaah... Ngga bermaksud pluralisme ataupun liberalis, hanya mengedepankan sikap toleransi. ^^,

in a real life, kebanyakan umat muslim itu sendiri belum memahami arti dan fungsi islam. (ini kekhawatiran saya)

kondisi sikap umat muslim sekarang mungkin di sebabkan kepemahaman.nya yang kurang terhadap islam dan di karenakan mereka mengikuti agama nenek moyang alias islam keturunan.
hingga islam bukan lahir dari dalam dirinya …

islam adalah rahmatan lil alamanin ….
rahmat bagi semesta alam islam adalah keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan ialam adalah misi kemanusiaan,
dimana budaya toleransi harus di utamakan.

Allah menurunkan kitab suci Al ”Quran tidak hanya untuk umat islam saja,tp untuk seluruh umat manusia di dunia ini.
bukankah ALLAH itu satu dan bumi pun satu,berarti segala yang ada di alam semesta ini adalah miliknya termasuk umat kristen,Hindu,Budha dll adalah umatnya ALLAH.

JIka kita mencintai ALLAH maka cintailah saudara-saudaramu yang ada di dunia ini..bagiku agamaku dan bagimulah agammu namun kita tetap satu berasal dr zat yg mengetahui segala sesuatu.

Saya salut dengan ucapan pak mario teguh :“Saudara-saudara kita sesama muslim masih terlalu asyik dengan dunianya sendiri dan bergaul hanya pada lingkungannya sendiri. Malah yang lebih memprihatikan, dengan sesama muslim kalau ngundang pembicara dia tanya dulu, “ Orang itu madzhabnya apa ?.” Dia tidak akan menerima orang yang tidak satu madzhab, satu aliran, dengannya. Padahal dinegara-negara maju sudah menjadi pemandangan yang biasa orang-orang Yahudi mengundang pembicara Islam, Hindu atau Kristiani, atau sebaliknya. Mereka sudah mantap dengan iman mereka sehingga mereka tidak khawatir dengan pembicara yang datang dari luar komunitas mereka. Mereka sangat yakin, bahwa dengan cara demikian (menghadirkan pembicara “orang luar”), mereka dapat memperkaya wacana dan kehangatan batin. Kita, atau persisnya sebagian umat Islam, lupa bahwa salah satu cara mensyukuri perbedaan ditunjukkan bukan pada lisan akan tetapi dengan mendengarkan pendapat orang lain yang beda keyakinan agamanya.”

Buat saya, ketika kita betul-betul dengan sadar sesadarnya mengatakan “ya !” terhadap keberadaan dan keesaan Allah (laa ilaaha illallaah; red),
kita tak perlu repot-repot lagi memikirkan lebel-lebel formal ketuhanan.
Pokoknya terus berlaku jujur, menjaga kerahasiaan klien, menganjurkan yang baik, menghindarkan perilaku, sikap dan pikiran buruk,
saya rasa ini semua pilihan orang-orang beriman. Itu alasan pertama.

Alasan kedua, Islam itu agama rahmat untuk semesta alam loooh.
Berislam itu mbok yang keren gitu loooh ! Maksudnya jadi orang Islam mbok yang betul-betul memayungi (pemeluk) agama- agama lain.

Agama kita itu sebagai agama terakhir dan penyempurna bagi agama- agama sebelumnya.

Agama kita puncak kesempurnaan agama looh. Dan karenanya kita harus tampil sebagai pembawa berita bagi semua.

Kita tidak perlu mengunggul- unggulkan agama kita yang memang sudah unggul dihadapan saudara-saudara kita yang tidak seagama dengan kita.

Bagaimana Islam bisa dinilai baik kalau kita selaku muslim lalu merendahkan agama (dan pemeluk) agama lain.

Jadi jangan sok udah berislam “secara baik” tapi ga pernah menghargai perbedaan.
gini deh, contoh kecilnya, kalo kita merendahkan teman kita sendiri tentu saja teman kita otomatis menjauhi kita

dan terakhir pak mario teguh berkata : “Masih banyak orang yang salah faham terhadap Islam. Ada satu pengalaman yang mengherankan sekaligus membuat saya prihatin. Dalam satu seminar di acara coffee break isteri saya didatangi salah seorang peserta penganut agama Kristen yang taat. Masih kepada isteri saya, orang itu memberi komentar bahwa saya menerapkan ajaran Injil dengan baik. Lalu dengan lembut, penuh kehati-hatian, isteri saya memberitahu bahwa saya seorang muslim. Sontak orang itu terperanjat saat mengetahui bahwa saya seorang muslim. Yang membuat isteri saya (dan kemudian juga saya) prihatin adalah ucapannya, “ Loch, koq ada ya orang Islam yang baik macam Pak Mario !?” Saya pun terkekeh mendengarnya. Nah ini kritik dan sekaligus menjadi tugas kita semua untuk memperbaiki citra Islam. ”

Menurut saya orang-orang seperti beliau adalah seorang sufi yang patut kita contoh yang ngga perlu menjelaskan keislamannya ke semua orang tapi dengan perilakunya sudah menujukkan bahwa beliau adalah muslim sejati. ^^,

maaf :'(

Entah kenapa Allah menyuruhku berpijak ditempat ini,
Bertemu dengan kalian, para manusia yg subhanallah layaknya malaikat.

maaf.. Kalau akhir2 ini, aku sering melontarkan kalimat2 tidak enak.
Aku menyadari itu.
Untuk itu aku minta maaf.

Hingga akhirnya, aku begitu sering
bertanya,
aku begitu sering mengernyit,
berceloteh,
Kebingungan,
Protes,
Atau tatapan mataku,
membuat kalian begitu terganggu,
aku minta maaf.

Sungguh aku begitu semangat untuk belajar mencintai jalan ini, tapi mungkin caraku yg salah.

maaf kalau aku tak bisa diam dan begitu sok sibuk ingin melakukan amanah yg diberikan,

aku juga pernah merasakan hari2
panjang penuh peluh tanpa tidur, demi berlari dalam pacuan jalan ini, sebuah jalur,
yang penuh duri, namun lagi-lagi tak sanggup kutinggalkan, Karena aku cinta.
dan itu pun sebelum kumenjejak di
tempat ini, sebelum hari ini.

Sungguh, aku benci harus terjebak dalam kondisi yang tanpa orientasi,
Individualisme nyata dalam bendera ukhuwah
Menjadi salah atas sesuatu yang tak
kupahami,

Atau berlari tanpa tahu apa yang kucari,
Hanya berlari, berharap tujuan itu kutemui,
meski entah kapan.
Semua itu, karena pilar pertama ku retak,
dan tak seorang pun mau membantuku
menegakkannya kembali.

Aku tak pandai bicara,
Tak pandai memberikan ide2 cemerlang,
Aku juga bukan siapa2,
Bukan kadiv, bukan pj, bukan presiden KM, apalagi presiden negara.
Tapi, apakah cinta hanya bisa dimiliki mereka para petinggi itu??

Apakah aku tak berhak bicara? Sedang bicarapun menyebabkan masalah, karna mungkin, ilmuku tak se tinggi kalian.
Namun,
“ Aku hanya ingin kita TETAP saling merangkul
dalam 1 barisan. SATU,hingga tak ada 1/3,
1/6, 1/12, bahkan 1/tak hingga di balik tameng retorika SATU. Dan semua itu bermula dari CINTA ”

Dan hari ini, sungguh aku ingin minta
maaf...

Tapi aku punya satu pertanyaan, sebelum setiap kita berteriak2 tentang ukhuwah,
Pernahkah kau sadari sakit yang tak pernah terungkap,
Sebab rasa tak selamanya mampu berbicara. Maaf,

. R. I. N. D. U

Kerinduan tanpa batas menghantui hari2ku menembus alam dimensi pikiranku.
Kerinduan tanpa batas membawaku jatuh ke garis titik nadir kehidupan ini,
Sepatah kata rindu yg terucap dr suara hatiku.
Sebuah kata rindu yg tak dapat dilukiskan oleh seribu bait2 syair seorang pujangga.
Sebuah kata rindu yg tak dapat diukir oleh seribu pahatan seorang seniman.

Maaf kan ego ku yg kadang tak bisa memahami kesibukanmu.