keluargaku SF 2010 ^^,

Senin, 30 Mei 2011


Sekilas refleksi setelah menjalani 4 pertemuan AKSARA dan 2 semester bersama SF 2010, (maaf tulisannya cupu. hehe :p)


Lewat suhuf-suhuf cinta,
kutemukan banyak cerita,
tentang 'kebersamaan'




Ketika kebersamaan ditantang apakah mampu bertahan,
ketika keluarga menjadi kata yang sulit diartikan, 
pertanyaan datang bagai lecutan bagi batin kami yg tidur,,
apakah kami pantas disebut keluarga?


Sejenak tak sadar
tantangan menunggu di depan 
waktu dan jarak datang bagai tebing memisahkan
ego datang bagai pisau yg menusuk dari belakang
apakah kita dapat bertahan?


Dalam kegelapan kita berjalan
berdiri di depan cahaya silau panas menyengat
dan ketika aku menyentuh tanganmu kawan
hati ini brgetar,
inikah saudaraku?
inikah sosok hebat itu?
inikah snyum manis it?
inikah gelak tawa itu?


Hati lagi2 brgetar
kawan,, kurasa aku jatuh cinta dengan kalian,,


Keraguan menjadi sebuah keyakinan
kuyakin kalian saudaraku
kuyakin kalian belahan jiwaku

dan aku ingin terus bersama
sekarang,
Esok,
dan slamanya
 


terimakasih SF 2010,
Untuk kebersamaan yang begitu bermakna,
meski ditengah kesibukan yang seolah tak mengenal jeda. ^^,
 
GO SF !! GO.. GO.. SF!!


be a seven stars pharmacist (+one)

hmm.. banyak cerita di kaderisasi AKSARA (aktualisasi karakter dan semangat berkarya).
nggak muna, emang acara ini bener2 super duper malesinnya. CAPEK fisik, mental dan pikiran.
AKSARA merupakan suatu acara kaderisasi untuk kami anak TPB (tahun pertama) di ITB yang mau ke tingkat dua untuk masuk Himpunan Mahasiswa Farmasi (HMF) 'ARS PRAEPARANDI'

kembali lagi sebuah teguran dan pembelajaran perbaikan karakter yang ku peroleh. mulai dari pertemuan pertama sampai kekarang pertemuan ke 4.

be a seven stars pharmacist _+one

1. Leader
seorang farmasis harus punya jiwa kepemimpinan yang kuat, baik memimpin diri sendiri, atau orang lain. 

2. Decision Maker
Seorang farmasis harus bisa mengambil keputusan dengan bijak. memberikan keputusan terbaik dan win-win solution dalam tiap permasalahan 

3. Communicator
Seorang farmasis harus bisa mengkomunikasikan ide, gagasan, wawasan, info dan segala sesuatu diperlukan kepada orang lain dengan baik dan komunikatif. 

4. Long Life Learner
Seorang farmasis harus mengembangkan sikap mencari ilmu sepanjang hayat. 

5. Teacher
Seorang farmasis harus bisa mengkader para farmasis2 muda agar bisa menjadi farmasis2 sesungguhnya. 

6. Care Giver
Seorang farmasis harus punya kepedulian yang tinggi dan memiliki sikap pelayanan dan perhatian yang baik kepada masyarakat. 

7. Manager
Seorang farmasis harus bisa mengelola dan mengatur segala sumber daya yang ada.

+one : Researcher
Seorang farmasis harus bisa menerapkan sikap meneliti dan mengembangkan pengetahuan ke arah yang lebih baik

betapa mulianya sikap tersebut? tak lain tak bukan, tugas kita sebagai profesi kesehatan ya untuk meningkatkan taraf kesehatan untuk semua insan. nggak ada tuh yg namanya perbedaan kesenjangan sosial. 

lalu bagaimana ketika kita menyikapi "Polemik Kapitalisme KESEHATAN : Orang Miskin DILARANG Sehat!!!"

kembali tanya pada diri sendiri, kenapa kami ingin menjadi seorang pharmacist??
sebatas eksistensikah ?
sebatas kebanggaan kah karena kita di beri kesempatan untuk lebih tau mengenai obat dan zat aktif didalamnya?
atau hanya sebatas materi?
benarkah retorika tersebut mewakili sikap dan harapan terbentuknya peradaban dan mutu kesehatan yang tinggi?
kemana kah sikap "seven stars pharmacist +one" ? semoga nggak sebatas kata2 'dewa'.

aku ingin jadi pharmacist.
Yang bisa membuat antibiotik.
Untuk mengobati tubuhmu yang kejang. Lantaran tak berdaya lagi menahan serangan demam kemiskinan.
Juga untuk tubuhmu yg lemah oleh dinginnya tenda pengungsian, menggigil bersama anak2 mu yg tidur beralaskan koran. Terkapar dibawah jarum2 hujan.

Sungguh, aku akan jadi seorang pharmacist.
Yg bisa membuat antiseptic. Untuk lukamu yg menganga pedih.
Tercabik oleh kebencian dan permusuhan atas nama etnik.
Bernanah terinfeksi SARA.
Melepuh digerogoti pandemi korupsi.

Nanti ketika aku menjadi seorang pharmacist.
Akan ku temukan obat untuk gendang telingamu yang robek. Karena pekak oleh teriakan janji2 kemakmuran. Pekik keadilan! Sedangkan jutaan fakir masih bersimfoni dengan menyanyikan lagunya lapaaar lapaar.

Lalu akan kubuat obat untuk matamu yang buta.
Lantaran tak mampu lagi melihat operet kemiskinan. Diiringi nada pilu para pengamen cilik yang harus putus sekolah.

Aku ridho menjadi seorang pharmacist.
Dan karena itu, aku akan membuat obat untuk lambungmu yang terus bergejolak. Ingin muntah, dijejali banyak retorika, dan tak sanggup lagi mencerna slogan2 atas nama kemanusiaan dalam dalil2 kebusukan berkedok kesejahteraan. Topeng kemunafikan !

Demi Allah aku ingin jadi pharmacist yang keren gitu lhoo.
Sebab.. Indonesiaku sedang sekarat! Dan butuh obat untuk sembuh, dan kembali membangun peradaban yang mulia.
^^,




Maka bacalah dan pena adalah pengantarnya :)

Sabtu, 14 Mei 2011

Tidakkah kau lihat langit biru dengan awan berarak disulam oleh burung-burung, amatlah indah. Atau engkau saksikan lereng bukit yang teramat indah. Atau taman bunga yang mekar beraneka warna dengan harum semerbak, teramat indah. Atau kau dengar suara jangkrik bersahutan, teramat indah. …Mengapa hati yang satu-satunya ini, kau biarkan merana tanpa gelora cinta kepadaNya?” 

Ketika itu, belum ada manusia, belum ada bumi, belum ada matahari, belum ada malaikat – malaikat yang berterbangan, lalu Allah menciptakan sebuah ciptaan yang diberi nama pena,

setelah menciptakan pena, kemudian Allah menuliskan dengan pena tersebut makhluk – makhluk yang kelak akan diciptakanNya.
Allah menuliskan Bumi, Matahari, gunung – gunung, lautan, malaikat, burung – burung,  dan binatang – binatang lainnya, dan alam semesta yang dilukiskan dengan pena, kemudian Allah juga menuliskan manusia dengan penaNya sebagai makhluk yang mulia.

Kun fayakun ”…. Lalu kemudian terciptalah berbagai ciptaan Allah sesuai rancangan yang maha sempurna tersebut. Ada matahari yang diberi tugas oleh Allah untuk terus memberikan sinar kehidupan kepada seluruh makhluk di jagad raya, ada bumi yang didalamnya terdapat gunung – gunung, lautan, daratan dan diberi tugas sebagai tempat berpijaknya makhluk Allah yang paling mulia, yaitu manusia.

Kesemua ciptaan Allah tersebut bertugas dengan sepenuh hati, tunduk dan patuh terhadap perintah Allah sesuai tupoksinya, matahari terus memberikan sinar kehangatan kepada seluruh jagad raya, bumi terus berputar mengelilingi matahari secara teratur untuk memberikan kebermanfaatan bagi makhluk Allah yang berpijak diatasnya. Kemudian Allah menciptakan makhluk – makhluk selanjutnya dengan harapan dari Allah SWT bahwa kesemua makhluk ciptaanNya itu patuh dan tunduk kepadaNya melaksanakan perintah dan menjauhi laranganNya. Begitu terencana, itulah gambaran dari semua penciptaan Allah yang ada di jagad raya ini. Mari kita tengok pengakuan dari sahabat Nabi Abdullah Bin Amr Bin Ash ketika beliau mendengarkan Rasulullah bersabda  : ”Allah telah menetapkan takdir makhluk ini sebelum Dia menciptakan langit dan bumi dalam jarak waktu 50.000 Tahun. Dan ’Arsy-Nya diatas air”.

Lalu lihatlah suatu ketika, Sayidina Ali ra, sahabat yang juga menantu Rasulullullah SAW bertanya tentang penciptaan alam semesta oleh Allah , “Wahai Nabi, kedua orang tuaku akan menjadi jaminanku, mohon katakan padaku apa yang diciptakan Allah Ta’Ala sebelum semua makhluk Alam semesta ini diciptakan?” Dan Nabi pun menjawab “ Allah menciptakan Pena, Allah kemudian memerintahkan Pena untuk menulis, dan sang Pena bertanya, “Ya Allah, apa yang harus saya tulis?” Allah berkata, “Tulislah : La  ilaha ill Allah, Muhammadan Rasulullah .” Kemudian Allah memerintahkan Pena untuk menulis. “Apa yang harus saya tulis, Ya Allah?” bertanya Pena. Kemudian Rabb al Alamin berkata, “Tulislah semua yang akan terjadi sampai Hari Pengadilan !” Berkata Pena, “Ya Allah, apa yang harus saya mulai?” Berkata Allah, “Kamu harus memulai dengan kata-kata ini : Bismillahirrahmannirrahim. ” Kemudian Allah memerintahkan pena itu untuk menuliskan takdir. Penciptaan takdir dengan pena bersamaan dengan penciptaan pena itu sendiri. Seperti yang pernah dikisahkan dalam hadits Imam Ahmad dalam musnadnya, dari Ubadah bin Shamit, ia bercerita, ” Ayahku pernah memberitahuku, ia menceritakan, aku pernah masuk rumah Ubadah yang ketika itu sedang jatuh sakit. Apakah dalam sakitmu itu engkau menghayalkan kematian?’ Maka kujawab,”Wahai ayahku, bagaimana aku dapat mengetahui baik dan buruknya takdirku sesungguhnya?’ Ia manjawab,’Engkau mengetahui bahwa apa yang menjadikan kamu bersalah bukan sebagai musibah bagimu. Dan musibah yang menimpamu bukan untuk menyalahkanmu. Wahai putraku, sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda : ” Sesungguhnya sesuatu yang pertama kali diciptakan Allah adalah Qalam (pena). Kemudian Allah berfirman,”Tulislah ! maka pada saat yang sama berlaku pula apa yang telah tercipta sampai hari kiamat tiba”.

Ya, kalau dengan sebuah pena maka Allah akan mampu menciptakan mahakarya yang sangat dahsyat ini, maka tentu bahwa Allah sangat mementingkan hal yang satu ini, yaitu ketika kita kaitkan antara pena, membaca, dan ilmu pengetahuan , maka akan ada sebuah korelasi yang sangat erat, ada keterkaitan antara ketiga hal tersebut. Dengan pena kita mampu mentrasformasi segala yang kita pikirkan, sehingga kita pun bisa membaca. Seperti yang Allah katakan dalam suratnya yang turun pertama kali, surat Al-Alaq “Bacalah! Dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Itulah kalimat sekaligus perintah Allah yang pertama kali sampai kepada Rasulullah SAW. Sebuah seruan yang memerintahkan kepada Rasulullah SAW, kita para manusia, untuk membaca, membaca atas segala sesuatu yang ada dibumi yang diciptakan Allah Rabbul Izzati kepada para manusia, dan kemudian dihayati dan tentu yang paling penting adalah kita mampu mensyukuri segala hal yang kita peroleh dari Allah. Kemudian dalam ayat selanjutnya Allah pun mengatakan, Bacalah dan Tuhanmu yang telah memuliakan, yang mengajarkan manusia dengan perantaraan qalam (pena) .

Dengan pena, akan ada sebuah pengetahuan, dan itu merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada semua makhluk ciptaannya. Dengan perantaraan pena, Allah akan mentransformasikan bentuk kasih sayangnya kepada Jin, gunung – gunung, manusia, air, binatang – binatang, dan semua makhluk yang dirancang dan diciptakan oleh Allah.

” Tiada suatu bencanapun yang menimpa dibumi dan pada diri kamu melainkan telah tercatat dalam kitab ( Lauhil Mahfuzh ) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah sangat mudah. Supaya kamu jangan bersedih terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepada kamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri” (QS. Al –Hadid, ayat 22-23)

“ Tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan yang tertulis dalam kitab yang nyata ”. ( QS. Al-An’am : 59 )

Ayat diatas menegaskan bahwa al-Qur’an merupakan kitab yang dipelihara keasliannya oleh Allah. Ayat tersebut juga untuk membantah orang-orang yang melecehkan al-Qur’an. Mereka mengatakan bahwa al-Qur’an adalah dongeng yang berisi kebohongan, padahal dengan ditempatkan di Lauhil Mahfudz niscaya Al-Qur’an tidak akan mengalami perubahan, penambahan, atau pergantian sampai akhir zaman. Dan sang sucipun akan tetap tegak, tetap kokoh, tidak akan terkekang, tidak akan pernah luntur kemurniannya, sampai nanti, sampai kapanpun, walaupun para kaum – kaum pembodoh berusaha merusaknya, maka Allah pun akan tetap melindunginya, melindungi Al-Qur’an, yang mulia ini. Maka dengan ini ada sebuah proklamasi kasih sayang dari Allah untuk hamba – hambaNya yang senantiasa berserah diri. Didalam kitab itu. Al – Qur’an yang mulia. Dan sebuah syair akan kulantunkan untukmu wahai para perindu kasih sayang Allah.

Maka bacalah,
bacalah dengan meyebut nama Tuhanmu,
bacalah dengan penuh kesungguhan,
bacalah, sampai air matamu habis menapaki setiap jengkal Ayatullah
bacalah, dan arungilah lautan kasih sayang Tuhanmu
bacalah, sampai kaki – kakimu lelah penuh kenikmatan
bacalah, seperti halnya Utsman,
yang menikmati setiap jengkal huruf didalamnya sampai ajal menjemputnya
bacalah, seperti ketika hati Umar, sang penentang Islam pun luluh lantah mendengar suaranya
bacalah, maka kenikmatan yang akan kaudapati
maka bacalah, maka surga ada dalam genggamanmu

GOD loves me so much and I love you so much :)


Ya Allah taukah kamu apa yang aku pikirkan dan sedang aku alami…

Suatu ketika….
Aku pernah berdoa untuk mencari jawaban
Aku pernah berdoa untuk meminta kekuatan
Aku pernah berdoa untuk diberi petunjuk

Aku tau Yang Maha Kuasa benar-benar mencintai dan menyayangiku
Semua doaku menjadi kenyataan, sesuatu kenyataan yang begitu abstrak dan sulit aku mengerti bahkan aku terima, menuntut aku untuk mengerti apa hikmah dari semua ini
Baik bermanfaat untuk saat ini atau ke depan.
Semua keraguanku, kau buat air yang tadinya keruh menjadi jernih
 
Aku tau kau melakukan semua ini karena engkau sangat, sangat, dan sangat mencintaiku dan menyayangiku sangat.
Mulai maasalah satu, masalah dua, masalah tiga, dst… 
yang kemudian telah menjadi tumpukan sampah yang tidak bermanfaat.

Buatku ini adalah posisi yang sulit
Antara aku harus mengingatkan untuk kebaikan bersama
Antara aku harus menunjukkan rasa kepedulianku
Antara aku tidak konsisten dalam masalah perasaan
Antara aku menjadi seseorang yang tetap penakut dan menutupi diri
Antara aku menjadi pribadi yang bukan maul banget
Antara aku sekedar berhubungan pertemanan yang hanya berdasarkan kuantitas ataukah kualitas???
dan
Yang paling penting adalah…
Antara aku harus siap kehilangan teman-teman yang sangat aku hargai, aku hormati, aku banggakan, bahkan aku sayangi disaat aku harus berani mengungkapkan kebenaran yang tentunya akan sangat menyakitkan bagi mereka.

Aku bersyukur dengan kejadian ini semua, adalah semata-mata membuatku untuk :
Menjadi semakin tangguh
Menjadi tidak lemah
Menjadi tidak mengecewakan kedua orang tuaku
Menjadi tidak suka menangis
Menjadi aku tau mana yang benar dan yang batil
Menjadi aku tau teman-teman mana sajakah yang benar-benar memiliki ketulusan
Menjadi seseorang yang akan kau banggakan kelak suatu hari nanti

Biarkan saja aku dibenci atau bahkan di caci maki
Namun, yang aku tau…aku telah melakukan yang benar
Aku sadar aku masih perlu banyak belajar dan masih banyak kekurangan

Oleh karena itu ingatkanlah aku selalu yaa Allah…
Aku hanya akan semakin bersalah jika aku hanya diam membisu
Tenang saja…selain aku sudah berbuat, aku juga selalu mendoakannya agar kita semua selalu dalam lindungan-Nya
Setidaknya dengan aku mengatakan yang sebenarnya, Allah juga sedang menguji konsistensi akan prinsip hidupku di dunia untuk kebahagiaanku di akhirat kelak.

Ya Allah, aku takut…
Aku takut suatu hari aku rapuh dan aku tak kuasa menghadapi masalah yang sekiranya akan menggores keimananku…
Kuatkanlah aku yaa Allah
Yakinlah diriku ini, bahwasannya engkau akan memberikan sesuatu hadiah yang lebih indah, dibandingkan aku menikmati keingkaran duniawiku dalam sementara waktu dan kemudian terjadilah suatu penyesalan
Aku memang kesepian, namun…
Setiap detik masalah yang engkau berikan kepadaku, membuatku tidak merasa kesepian.
Membuat hidupku menjadi seperti warna pelangi.
Membuatku berada di sekeliling orang-orang yang lebih hebat dan lebih menyayangiku
Betapa bodohnya karena aku tidak pernah menyadari hal ini dan hanya berada dalam suatu lingkaran hitam.

Terima kasih yaallah karena kau sudah mengingatkanku…
Terima kasih yaallah karena kau mengenalkan ilmu yang begitu hebat
Terima kasih yaallah karena kau mengenalkan pengalaman yang begitu dasyat
Terima kasih yaallah karena kau selalu menghidangkan makanan yang penuh duri menjadi semanis madu
Terima kasih, terima kasih, dan terima kasih….

Ya Allah….taukah kamu
Aku ingin sekali menangis di dalam pelukanmu, sangat…


berislam itu mbok yang keren gitu loh

Minggu, 08 Mei 2011

Sedikit sharing mengenai pikiran2 saya,
yaaah... Ngga bermaksud pluralisme ataupun liberalis, hanya mengedepankan sikap toleransi. ^^,

in a real life, kebanyakan umat muslim itu sendiri belum memahami arti dan fungsi islam. (ini kekhawatiran saya)

kondisi sikap umat muslim sekarang mungkin di sebabkan kepemahaman.nya yang kurang terhadap islam dan di karenakan mereka mengikuti agama nenek moyang alias islam keturunan.
hingga islam bukan lahir dari dalam dirinya …

islam adalah rahmatan lil alamanin ….
rahmat bagi semesta alam islam adalah keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan ialam adalah misi kemanusiaan,
dimana budaya toleransi harus di utamakan.

Allah menurunkan kitab suci Al ”Quran tidak hanya untuk umat islam saja,tp untuk seluruh umat manusia di dunia ini.
bukankah ALLAH itu satu dan bumi pun satu,berarti segala yang ada di alam semesta ini adalah miliknya termasuk umat kristen,Hindu,Budha dll adalah umatnya ALLAH.

JIka kita mencintai ALLAH maka cintailah saudara-saudaramu yang ada di dunia ini..bagiku agamaku dan bagimulah agammu namun kita tetap satu berasal dr zat yg mengetahui segala sesuatu.

Saya salut dengan ucapan pak mario teguh :“Saudara-saudara kita sesama muslim masih terlalu asyik dengan dunianya sendiri dan bergaul hanya pada lingkungannya sendiri. Malah yang lebih memprihatikan, dengan sesama muslim kalau ngundang pembicara dia tanya dulu, “ Orang itu madzhabnya apa ?.” Dia tidak akan menerima orang yang tidak satu madzhab, satu aliran, dengannya. Padahal dinegara-negara maju sudah menjadi pemandangan yang biasa orang-orang Yahudi mengundang pembicara Islam, Hindu atau Kristiani, atau sebaliknya. Mereka sudah mantap dengan iman mereka sehingga mereka tidak khawatir dengan pembicara yang datang dari luar komunitas mereka. Mereka sangat yakin, bahwa dengan cara demikian (menghadirkan pembicara “orang luar”), mereka dapat memperkaya wacana dan kehangatan batin. Kita, atau persisnya sebagian umat Islam, lupa bahwa salah satu cara mensyukuri perbedaan ditunjukkan bukan pada lisan akan tetapi dengan mendengarkan pendapat orang lain yang beda keyakinan agamanya.”

Buat saya, ketika kita betul-betul dengan sadar sesadarnya mengatakan “ya !” terhadap keberadaan dan keesaan Allah (laa ilaaha illallaah; red),
kita tak perlu repot-repot lagi memikirkan lebel-lebel formal ketuhanan.
Pokoknya terus berlaku jujur, menjaga kerahasiaan klien, menganjurkan yang baik, menghindarkan perilaku, sikap dan pikiran buruk,
saya rasa ini semua pilihan orang-orang beriman. Itu alasan pertama.

Alasan kedua, Islam itu agama rahmat untuk semesta alam loooh.
Berislam itu mbok yang keren gitu loooh ! Maksudnya jadi orang Islam mbok yang betul-betul memayungi (pemeluk) agama- agama lain.

Agama kita itu sebagai agama terakhir dan penyempurna bagi agama- agama sebelumnya.

Agama kita puncak kesempurnaan agama looh. Dan karenanya kita harus tampil sebagai pembawa berita bagi semua.

Kita tidak perlu mengunggul- unggulkan agama kita yang memang sudah unggul dihadapan saudara-saudara kita yang tidak seagama dengan kita.

Bagaimana Islam bisa dinilai baik kalau kita selaku muslim lalu merendahkan agama (dan pemeluk) agama lain.

Jadi jangan sok udah berislam “secara baik” tapi ga pernah menghargai perbedaan.
gini deh, contoh kecilnya, kalo kita merendahkan teman kita sendiri tentu saja teman kita otomatis menjauhi kita

dan terakhir pak mario teguh berkata : “Masih banyak orang yang salah faham terhadap Islam. Ada satu pengalaman yang mengherankan sekaligus membuat saya prihatin. Dalam satu seminar di acara coffee break isteri saya didatangi salah seorang peserta penganut agama Kristen yang taat. Masih kepada isteri saya, orang itu memberi komentar bahwa saya menerapkan ajaran Injil dengan baik. Lalu dengan lembut, penuh kehati-hatian, isteri saya memberitahu bahwa saya seorang muslim. Sontak orang itu terperanjat saat mengetahui bahwa saya seorang muslim. Yang membuat isteri saya (dan kemudian juga saya) prihatin adalah ucapannya, “ Loch, koq ada ya orang Islam yang baik macam Pak Mario !?” Saya pun terkekeh mendengarnya. Nah ini kritik dan sekaligus menjadi tugas kita semua untuk memperbaiki citra Islam. ”

Menurut saya orang-orang seperti beliau adalah seorang sufi yang patut kita contoh yang ngga perlu menjelaskan keislamannya ke semua orang tapi dengan perilakunya sudah menujukkan bahwa beliau adalah muslim sejati. ^^,

maaf :'(

Entah kenapa Allah menyuruhku berpijak ditempat ini,
Bertemu dengan kalian, para manusia yg subhanallah layaknya malaikat.

maaf.. Kalau akhir2 ini, aku sering melontarkan kalimat2 tidak enak.
Aku menyadari itu.
Untuk itu aku minta maaf.

Hingga akhirnya, aku begitu sering
bertanya,
aku begitu sering mengernyit,
berceloteh,
Kebingungan,
Protes,
Atau tatapan mataku,
membuat kalian begitu terganggu,
aku minta maaf.

Sungguh aku begitu semangat untuk belajar mencintai jalan ini, tapi mungkin caraku yg salah.

maaf kalau aku tak bisa diam dan begitu sok sibuk ingin melakukan amanah yg diberikan,

aku juga pernah merasakan hari2
panjang penuh peluh tanpa tidur, demi berlari dalam pacuan jalan ini, sebuah jalur,
yang penuh duri, namun lagi-lagi tak sanggup kutinggalkan, Karena aku cinta.
dan itu pun sebelum kumenjejak di
tempat ini, sebelum hari ini.

Sungguh, aku benci harus terjebak dalam kondisi yang tanpa orientasi,
Individualisme nyata dalam bendera ukhuwah
Menjadi salah atas sesuatu yang tak
kupahami,

Atau berlari tanpa tahu apa yang kucari,
Hanya berlari, berharap tujuan itu kutemui,
meski entah kapan.
Semua itu, karena pilar pertama ku retak,
dan tak seorang pun mau membantuku
menegakkannya kembali.

Aku tak pandai bicara,
Tak pandai memberikan ide2 cemerlang,
Aku juga bukan siapa2,
Bukan kadiv, bukan pj, bukan presiden KM, apalagi presiden negara.
Tapi, apakah cinta hanya bisa dimiliki mereka para petinggi itu??

Apakah aku tak berhak bicara? Sedang bicarapun menyebabkan masalah, karna mungkin, ilmuku tak se tinggi kalian.
Namun,
“ Aku hanya ingin kita TETAP saling merangkul
dalam 1 barisan. SATU,hingga tak ada 1/3,
1/6, 1/12, bahkan 1/tak hingga di balik tameng retorika SATU. Dan semua itu bermula dari CINTA ”

Dan hari ini, sungguh aku ingin minta
maaf...

Tapi aku punya satu pertanyaan, sebelum setiap kita berteriak2 tentang ukhuwah,
Pernahkah kau sadari sakit yang tak pernah terungkap,
Sebab rasa tak selamanya mampu berbicara. Maaf,

. R. I. N. D. U

Kerinduan tanpa batas menghantui hari2ku menembus alam dimensi pikiranku.
Kerinduan tanpa batas membawaku jatuh ke garis titik nadir kehidupan ini,
Sepatah kata rindu yg terucap dr suara hatiku.
Sebuah kata rindu yg tak dapat dilukiskan oleh seribu bait2 syair seorang pujangga.
Sebuah kata rindu yg tak dapat diukir oleh seribu pahatan seorang seniman.

Maaf kan ego ku yg kadang tak bisa memahami kesibukanmu.

ini tentang komitmen sobat

Sabtu, 30 April 2011

Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus …,
maka tidak akan banyak da’i yang berguguran di tengah jalan.
Dakwah akan terus melaju dengan mulus untuk meraih tujuan-tujuannya dan mampu memancangkan prinsip-prinsipnya dengan kokoh.


Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus …,

niscaya hati sekian banyak orang akan menjadi bersih, pikiran mereka akan bersatu, dan fenomena ingin menang sendiri saat berbeda pendapat, akan jarang terjadi.

Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus …,

maka sikap toleran akan semarak, saling mencintai akan merebak, hubungan persaudaraan semakin kuat, dan barisan para da’i akan menjadi bangunan yang berdiri kokoh dan saling menopang.


Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus …,

maka dia tidak akan peduli saat ditempatkan di barisan depan atau belakang.
Komitmennya tidak akan berubah ketika dia diangkat menjadi pemimpin yang berwenang menentukan keputusan dan ditaati
atau hanya sebagai jundi yang tidak dikenal atau tidak dihormati.


Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus …,

maka hati seorang da’i akan tetap lapang untuk memaafkan setiap kesalahan saudara-saudara seperjuangannya, sehingga tidak akan tersisa tempat sekecil apapun untuk permusuhan dan dendam.

Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus …,

maka sikap toleran dan memaafkan akan terus berkembang, sehingga tidak ada momentum yang bisa menyulut kebencian, menaruh dendam, dan amarah.
Namun sebaliknya, semboyan yang diusung bersama adalah “saya sadar bahwa saya sering melakukan kesalahan, dan saya yakin anda akan selalu memaafkan saya.”


Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus …,

maka tidak mungkin akan terjadi kecerobohan dalam menunaikan kewajiban dan tugas dakwah.
Namun yang terjadi adalah fenomena berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan dan bersungguh-sungguh untuk mencapai derajat yang lebih tinggi.


Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus …,

maka semua orang akan sangat menghargai waktu. Bagi setiap da’i, tidak ada waktu yang terbuang sia-sia karena dia akan menggunakannya untuk ibadah kepada Allah di sudut mihrab, atau berjuang melaksanakan dakwah dengan menyeru kepada kebaikan atau mencegah kemungkaran.
Atau menjadi murabbi yang gigih mendidik dan mengajari anak serta istrinya di rumah. Da’i yang aktif di masjid untuk menyampaikan nasihat dan membimbing masyarakat.


Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus …,

maka setiap da’i akan segera menunaikan kewajiban keuangannya untuk dakwah tanpa dihinggapi rasa ragu sedikit pun. Semboyannya adalah
مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاق
“Apa yang ada padamu akan habis dan apa yang ada di sisi Allah akan kekal.” [an Nahl, 16:96]


Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus …,

maka setiap da’i akan patuh dan taat tanpa merasa ragu atau bimbang. Di dalam benaknya, tidak ada lagi arti keuntungan pribadi dan menang sendiri.

Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus …,

maka akan muncul fenomena pengorbanan yang nyata.
Tidak ada kata “ya” untuk dorongan nafsu atau segala sesuatu yang seiring dengan nafsu untuk berbuat maksiat.
Kata yang ada adalah kata “ya” untuk setiap perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah.


Jika komitmen para terhadap dakwah benar-benar tulus…,

maka setiap anggota akan menaruh kepercayaan yang tinggi kepada pemimpin fikrah. Setiap yang bergabung akan melaksanakan kebijakan pimpinannya dan menegakkan prinsip-prinsip da’wah di dalam hatinya


Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus …,

maka setiap orang yang kurang teguh komitmennya akan menangis, sementara yang bersungguh-sungguh akan menyesali dirinya karena ingin berbuat lebih banyak dan berharap mendapat balasan serta pahala dari Allah.

Ia ada dan selalu ada

Jangan percaya kepada kunang-kunang, ia bersandar kepada malam.
Jangan percaya kepada malam, ia bersandar kepada gelap.
Jangan percaya kepada gelap, ia bersandar kepada siang.
Jangan percaya kepada siang, ia bersandar kepada matahari.
Jangan percaya kepada matahari, ia bersandar kepada waktu.
Jangan percaya kepada waktu, ia bersandar kepada ruang.
Jangan percaya kepada ruang, ia bersandar kepada batas.
Percayalah kepada yang tak berbatas, Ia bersandar tidak kemanapun.
Ia ada mengadakan ada, Ia ada mengadakan tiada.

Ia ada dan selalu ada, Ia ada dan tidak mengada-ada.

biar nggak jelas tapi berfaedah

Selasa, 29 Maret 2011

sebenernya ini tulisan yang paling nggak jelas,
tadinya mau di post ke blog, tp ternyata server blognya eror.
akhirnya aku posting ke FB.

eeehhh... ternyata malah, notes aku dijadiin buat note of the week buletin fatebook edisi perdana euy.
hehehehe...

Ehem...
Sejenak menutup buku fisika universitas jilid 2 yg dipinjam dari perpustakaan.

Cukup saya sudahi pemahaman ini.
bukan karna aku sudah paham, tapi karna aku nggak paham2.
1 halaman aku bisa paham, ketika balik kehalaman selanjutnya langsung saja hilang pemahaman2 sebelumnya.
cepat masuk cepat keluar pula dari otak. Rumus, tulisan, dan gambar itu ditolak mentah2 oleh impuls syarafku. (Astagfirullah... Semoga bukan karena pikiran dan tubuhku tertutup oleh dosa, cukup dengan tubuhku yang berbantal timbunan lemak ya Allah. Jangan ditimbun dosa)

Hmmm...
Terbesit pikiran,
''ngapain juga belajar hukum kirchhoff ya? Kan bukan anak elektro?''
Intinya selama ini belajar fisika.. Alasannya karena Memenuhi kewajiban aja, tanpa tau kaidah dan hakikat ilmu itu sendiri. (apa ya?? -.-a)

Selintas pula saya kepikiran mengenai makna hidup?.
Hidup itu capek nggak sih?
Kalo dipikir2, dari kecil sampe sekarang, kita ngejar apaan sih?
Ilmu? (Terus apa?)
Harta? (Kalo udah banyak ngerjar apa lagi?)
Kebahagiaan? (rata2 manusia hidup di bumi cuma 60tahun kok, sebentar)
aiiiihhh.... lupa.
Jelas2 tertulis dalam kitab yang maha Agung, bahwa hidup hanyalah untuk beribadah kepadaNYA.
sama kasusnya kaya belajar fisika, intinya ibadah yaa ibadah aja, tanpa tau hakikat ibadah itu apa.
(padahal udah hampir 18 tahun -.-'')

Hhm .. Sejujurnya aku tak paham,
Apa arti hidup dan kehidupan.?
Apa makna mati dan kematian.?
(untungnya belum pernah ada yg nanya kaya gini ke aku)

aku sempat bangga atas ilmu yg ku punya.
Sempat kebangetan bangganya karena dikasih kesempatan meraup ilmu di perguruan tinggi ternama.
Juga sempat bangga diguyur tumpahan samudra ilmu.

Padahal...
Kebanggaan itu hanyalah semu.
Kebanggaanku begitu dangkal, bahkan penduduk langit pun mengutuknya. (nauzubillah)

Buktinya aku tak pernah tau jawabannya.
Entah itu pertanyaan rumit atau sederhana. (sukakmu lah!)

aku tak pernah mendapatkan hakikat penjelasan itu.

Mungkin hati ini terlalu kotor.
Terlalu munafik dan terlalu dangkal untuk memahami penjelasanMU.
Penjelasan yg tertulis jelas dalam kitabMU.
Penjelasan yang KAU ukir abadi dalam bumi, yang KAU lukiskan di langit.

Aku mengutuki diri ini terlalu lemah untuk mengerti, diri ini terlalu lambat untuk memahami (semoga nggak lebih lambat dari pentium 1).

''sedangkan hakikat hidup ini adalah sebuah pengertian. (pengertian yang tulus)
Hakikat hidup ini adalah sebuah pemahaman. (pemahaman yang indah)'' -darwis

Bagaimana itu pegertian yang tulus dan pemahaman yang indah om darwis?? -.-a

Ya Allah...
Apakah semua hambaMU berhak atas sebuah penjelasan?
penjelasan dari hati ya Allah.
Bukan penjelasan dari buku2 yang ditulis om haliday, mas cuttnel, atau mbah purcell.
Bukan penjelasan dari tabel appendix kimia om brady.
Tapi penjelasan yang langsung kau kirimkan dari arsyMU.
semoga hamba bisa berkesempatan mendapatkan remah-remah penjelasanMU, dan bisa merasakan sisa-sisa pemahaman.

Pemahaman tentang semua hidup dan kehidupan ini.
Salah satunya pemahaman buat fisika dasar juga.
(........)

tugas kita ^^,

Lagi-lagi memang seperti itu da'wah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulang..


Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu.


"Sesungguhnya kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung; semuanya enggan untuk memiikul amanat dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, lalu dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh"(QS. Al-Ahzab: 72)

Kembalilah pada iman, maka semua keinginan kan terujud. Keinginan yang tidak dibatasi oleh target, angka, atau hasil yang bisa diraba. Karena keinginan tak pernah selesai oleh semua itu. Tapi keimanan akan memberi semua harapan melalui ketenangan, ketentraman hati, dan kepuasan jiwa.

karena setiap detik adalah amanahNYA


Hidup adalah pengabdian,Tentulah pada Dzat yang Menciptakan,
karenanya keimanan butuh ujian,


Lantas, jika setiap nafas adalah cobaan yang siap mengangkat level ketaqwaan,
Mengapa harus ada keluh?
 
hhmm..

mencoba merumuskan kembali kemana hendak berlari.
lelah?
yasudahlah... istirahatnya nanti aja di surga.


SEMANGKAAA!!!!

terinspirasi dari novelnya tere liye


aku tak ingin menjadi daun.
Dan aku memang bukan daun.
Bukan salahku juga bila aku mencintainya,
bukan keinginanku juga menyayanginya.
Perasaan kagum ini mula2 datang ke hatiku.
Aku menerimanya dengan baik..
membelenggu, meluluhkan, membuncah serasa emosi ini sedang hipokrit.
Aku sekarat oleh perasaan cintaku padanya.
Aku tak tau apa yang akan kulakukan.
Maju atau mundur atau diam ditempat??
aku mengaguminya dengan ikhlas.
Tak peduli bagaimana perasaannya padaku.
Aku sudah lelah berangan2, menebak2 hal2 yang tak rasional untuk menyenangkan perasaanku sendiri.
Aku benci keegoisanku.
Segala paradoks ganda yang berlawanan menjadi jati diriku yang sekarang.
Aku meniru gayanya, kebiasaannya, kesenangannya.
Tapi disisi lain aku juga membencinya.
Apa pula aku ini.
Aku harus mengerti bahwa hidup ini harus menerima. (penerimaan yang indah).
Hidup ini harus di pahami (pemahaman yang tulus).
Hidup ini harus di jalani. (dalam jalan yang ikhlas)
aku ikhlas... Aku pasrah...aku menerima semuanya.
Biarlah aku luruh ke bumi seperti daun.
Daun yang tak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya

kembalikan fokusku ya Rabb.

hmmm...
lagi-lagi saya diingatkan,
ketika seorang teman lama menghubungiku atas sambungan silaturahmi.
dan setelah lama kami bercakap-cakap,menanyakan kabar, sampai bercerita tentang kesibukan masing2. kami saling bercerita tentang pengalaman.
sampai aku dikejutkan atas pertanyaannya.

"gimana ul planning mu sekarang dan masa depan nanti?"

hmm... perlu 30 detik untuk menjawab pertanyaannya, seingatku dulu, aku adalah orang yg paling ambisius, paling menggebu2, dan paling semangat bila ditanyakan mengenai cita2 dan masa depan.
tapi untuk menjawab pertanyaan kali ini, sinyal ku seperti nyasar entah kemana, sampe mikirnya kelamaan.
udah gitu.. jawaban yg aku lontarkan dangkal dan nggak berbobot sama sekali.

" hah? maksudnya apa?" (itu sih bukan jawab, tapi balik nanya)

ya Allah... bener2 deh, aku udah kebanyakan tersesat di persimnpangan mana2, fokusku kepecah belah, apalagi semenjak aku mulai kasmaran.
hhhmmm... ada benernya juga, kalo kasmaran itu merupakan siksa paling besar dihati.
Astaghfirullah.

"lho? maksudku rencanamu sekarang di itb wid, sampai planning jangka panjang nanti setelah lulus. gimana2? hayooo.. katanya mau bikin rumah sakit sama pesantren buat penghapal Al-qur'an. gimana nih progress.nya? crita2 dong" kata temanku menjelaskan.

yaaah... meskipun dengan nada bercanda, haha hehe, tp kalimat itu benar2 menusukku.
ya ampuun... aku malu. sungguh malu, sebenernya nggak bagus juga sih memamerkan rasa maluku lewat tulisanku di blog, tapi niatku ini biar aku inget gitu lho. biar nggak lupa lagi.

"entahlah can, aku bingung, entah ini masih disebut sebagai palnning apa cuma ego yang menggebu2, mohon dimaklumi ke dodolan temenmu ini. makasih ya sudah diingatkan, maaf aku ngantuk. kapan waktu aku smbung lagi. wassalam"

hmm... bukan niat buat mutusin silaturahmi, tp aku udah nggak bisa ngomong apapun lagi, hati ku sudah sesak.
dan akhirnya kutemukan pegangan dalam lembar2 yang tertulis dalam ayat2 suci. Allah ternyata masih setia nunggu curhatku, hingga aku kmbali merenung.

sungguh nggak pantes banget disebut planning, dimana2 planning itu butuh keseriusan, karena keseriusan harusnya ada progres buat mencapai itu semua.
ya Allah. maafkan kelalaian hambamu ini yang tidak menjaga amanahmu.
maafkan ya Allah.
seringkali Kau menegurku lewat hasil2 uts ku yang sedikit baal, tp rasa kecewa itu cuma 1 jam ya Allah. maaf.
dan perbaikan pun berasa percuma karena aku lihat disekelilingku pun tak ada progress yang berarti.

ya Allah... pancarkanlah kepadaku cahaya Al-hadi MU, sehingga dapat ku capai keinginan2ku dgn karuniamu, aku juga mohon petunjukmu sehingga dapat menghadapi semua kejadian dan ciptaanmu, dan hanya mengharapkan kebahagiaan serta tempat keabadian bagi semuanya, sesungguhnya engkau maha kuasa atas segala sesuatu.

hamba mohon kepadaMU ya Rabb.. kembalikan fokusku.
semoga hamba termasuk dalam orang2 yang dapat mengemban amanahMU dengan baik.

aamiin ya Robbul arsyil adzim.

LABIL

ya Allah...

saksikanlah bahwa aku cinta,

dan karenanya, tiap kali kaki ini enggan untuk melangkah,

karenanya, mata ini sulit terpejam.

setiap menyapanya, ada getaran yang serentak mengaktifkan muskulus arektor pilli di leherku,

ya Allah,

ingatkan aku betapa aku pernah mencinta

mencintainya karenaMU. ^^,



Cinta itu mensucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, memunculkan keberanian, mendorong berpenampilan rapi, membangkitkan selera makan, menjaga akhlak mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, serta menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh dan cobaan bagi ahli ibadah



meskipun cinta fitrah.

(nggak tau deh anugrah atau musibah)

tapi agak jengah juga.

aku udah masuk tahap late adolesence, artinya udah berjuta tahun cahaya melewati fase puber.



ya Allah ... maafkan aku.

ayolah.. kembalikan fokusku.

"lupakan, let it flow"

kuatkan imanku,

meskipun memindahkan imaji keimanan dalam ranah kenyataan tidak akan semudah membalik telapak tangan..



(anyone help me?)



Sebelum berguling,

Mencoba mencari pegangan, dan dalam lembar2 “Surat Cinta”,

kutemukan sekuat-kuat pegangan hanyalah Allah sang penguasa hati.



Semoga Allah selalu melimpahkan berjuta Cinta-Nya untukmu ^^,



n.b : jangan dicontoh ya... maul sedang di tengah kelabilan sama muskuloskeletal.

malaikat-malaikat yang terlantar

Minggu, 27 Februari 2011




anak-anak kecil itu adalah ibarat malaikat di dalam keluarganya. pikiran polos mereka, kekanak-kanakan mereka, membuat dunia ini terasa simple dan menyenangkan.
Seperti saya, saya merindukan masa dimana saya masih jadi malaikat kecil keluarga saya, kepolosan yg membuat dunia tersenyum.
Dimasa kanak2 kita dapat tertawa lepas, kadang membuat orang2 dewasa sekeliling terbawa senyum akan kebahagian kami. anak-anak adalah buah dari kasih sayang orang tuanya yang harusnya juga mendapat limpahan cinta dari mereka.

Tapi kini saya menemukan kenyataan berbanding terbalik dari yang kita harapkan. Mereka kini ibarat malaikat, tapi malaikat-malaikat yang terlantar. Malaikat yang harus hidup dari uluran tangan orang lain. Memprihatinkan.
semenjak saya kuliah di bandung saya seringkali menemukan malaikat-malaikat kecil yg terlantar,
contohnya, sewaktu saya makan siang di salah satu tempat makan belakang masjid kampus,
waktu itu saya makan sendiri, saya melihat dua orang anak kecil (mungkin kakak adik) sedang bermain di pojokan kursi.
pakaian yg mereka gunakan agak kotor juga kebesaran. salah satu dari dua anak itu kakinya terkena eksim yg cukup meradang, mungkin karena mereka tidak pernah menggunakan alas kaki.

setelah saya selesai makan mereka melihat ke arah saya sambil tertawa, lalu mereka berjalan ke arah saya.
''teh, itu minta makanannya teh'' kata salah seorang anak kecil itu.

''eh... Kalian mau makan ini? Ini kan udah habis''

''ngga papa teh itu masih ada sedikit, kita belum makan teh''

''orang tua kalian dimana?'' saya bertanya

''dirumah teh''

''kalian pulang kerumah aja, minta makan sama orang tua kalian''

''dirumah ngga ada beras teh, ngga ada makanan, kita belum makan teh''

''masya Allah sampe segitunya?''

saya kasihan sama dua anak itu, tapi rasa ketidaktegaan saya lebih besar dari rasa kasihan yg saya punya.
Saya tidak tega kalau mereka memakan sisa makanan saya, mereka kan bukan binatang.
Ya Allah... Ketika saya berniat memberikan makanan kecil yg saya punya, dua anak itu keburu pergi menjauh, diusir sama yg punya warung makan ketika mau membereskan sisa makanan saya.
Ya Allah.... berdosakah saya,??
Astaghfirullah.

merekalah malaikat-malaikat yang terlantar. malaikat yang pancaran cahayanya redup, tak terlihat. dibalik wajahnya yg masih lugu, mereka bertarung dengan keadaan agar mereka masih bisa merasakan sesuap nasi untuk bertahan hidup.
Keadaanlah yg memaksa untuk mematahkan sayap mereka, sehingga tak jarang malaikat-malaikat yg terlantar tak bisa terbang tinggi meraih cita2 mereka.

Tapi yakinlah bahwa Tuhan selalu punya rahasia bagi ummatnya yang ingin terus mengambil hikmah dan pelajaran. Mungkin kehadiran mereka bisa membuat kita lebih mensyukuri apa yang telah Dia berikan. Jangan pernah merasa menjadi orang yang paling pintar dan paling hebat. Apalagi sampai menentang kekuasaan-Nya. Karena ibarat samudera, kita hanyalah tetesan- tetesan kecil dari kekuasaannya yang maha luas.
Allahu'alam.

Cerita malam (29-11-2010/18:25 PM) ketika aku bertemu sosoknya....



 ...........................................................................

Malam abstraksi penggugah hati.

Kala itu waktu mempertemukan kita.

Entah kebetulan atau disengaja, apapun itu yang pasti takdir menyuruh kita bertemu. ^^,

Kolaborasi antara pikiran dan hati membentuk sebuah narasi, premis-premis hingga aku menyimpulkan dan memutuskan aku akan pulang lima menit lagi.

Sedikit waktu memang, namun itu begitu berarti. Karena dalam bagian lima menit itu aku dapat melihat sosoknya.

Ketika sosok itu muncul dari kerumunan orang, tetaplah dia yang paling khas dimataku.

Pribadi yang sempurna.. aku tak salah memilihnya.

Ia  membuat mataku terpincing, ku benarkan posisi kacamataku agar aku bisa melihatnya dengan jelas, tak ada yang ingin kulewat satu mikrodetikpun. !

Pikiran melayang. memahami eksplanasi hati. Telapak tangan ini gemetar dan dingin. Detak jantung ini bervibrasi lebih cepat.

Menyerah sudah... !!!

Aku dalam keadaan sekarat saat ini. Sekarat karena aku tak punya arteri yang bisa dicabik untuk melawan sosokmu yang hadir dalam pikiranku bahkan dalam keadaan otak yang sedang hipoksia.

Aku mencoba mengacaukan pikiranku. Namun tetap terfokus pada sosokmu.

Pada posturmu yang tidak terlalu tinggi, dengan badan yang sedikit berisi. Bibirmu yang merah,. Rambut pendekmu dibelah pinggir dengan sedikit kau hias dengan sedikit poni disebelah kanan yang kau sisir dengan rapih. Matamu yang besar dan bersih.

Baaahhh....

Aku terhipnotis.

otot di mulutmu naik beberapa derajat saat itu, dibarengi kontaksi otot mata yang memenuhi persamaan elips dengan absis diperpanjang dan ordinat diperkecil..

Pandangan yang ramah... belkolaborasi dengan gerakan tangan yang kau angkat dengan kelima jarijarinya dibiarkan mergang membentuk sudut 30 derajat.

Dalam birirnya yang merah itu mengeluarkan suara yang beresonansi, berinterferensi dengan frekuensi getar dalam tenggorokannya yang seimbang. “heyyy... “ begitu yang kudengar.

Ekspresi yang kusuka....

Hebat sekali kau buat aku segila ini.