berislam itu mbok yang keren gitu loh

Minggu, 08 Mei 2011

Sedikit sharing mengenai pikiran2 saya,
yaaah... Ngga bermaksud pluralisme ataupun liberalis, hanya mengedepankan sikap toleransi. ^^,

in a real life, kebanyakan umat muslim itu sendiri belum memahami arti dan fungsi islam. (ini kekhawatiran saya)

kondisi sikap umat muslim sekarang mungkin di sebabkan kepemahaman.nya yang kurang terhadap islam dan di karenakan mereka mengikuti agama nenek moyang alias islam keturunan.
hingga islam bukan lahir dari dalam dirinya …

islam adalah rahmatan lil alamanin ….
rahmat bagi semesta alam islam adalah keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan ialam adalah misi kemanusiaan,
dimana budaya toleransi harus di utamakan.

Allah menurunkan kitab suci Al ”Quran tidak hanya untuk umat islam saja,tp untuk seluruh umat manusia di dunia ini.
bukankah ALLAH itu satu dan bumi pun satu,berarti segala yang ada di alam semesta ini adalah miliknya termasuk umat kristen,Hindu,Budha dll adalah umatnya ALLAH.

JIka kita mencintai ALLAH maka cintailah saudara-saudaramu yang ada di dunia ini..bagiku agamaku dan bagimulah agammu namun kita tetap satu berasal dr zat yg mengetahui segala sesuatu.

Saya salut dengan ucapan pak mario teguh :“Saudara-saudara kita sesama muslim masih terlalu asyik dengan dunianya sendiri dan bergaul hanya pada lingkungannya sendiri. Malah yang lebih memprihatikan, dengan sesama muslim kalau ngundang pembicara dia tanya dulu, “ Orang itu madzhabnya apa ?.” Dia tidak akan menerima orang yang tidak satu madzhab, satu aliran, dengannya. Padahal dinegara-negara maju sudah menjadi pemandangan yang biasa orang-orang Yahudi mengundang pembicara Islam, Hindu atau Kristiani, atau sebaliknya. Mereka sudah mantap dengan iman mereka sehingga mereka tidak khawatir dengan pembicara yang datang dari luar komunitas mereka. Mereka sangat yakin, bahwa dengan cara demikian (menghadirkan pembicara “orang luar”), mereka dapat memperkaya wacana dan kehangatan batin. Kita, atau persisnya sebagian umat Islam, lupa bahwa salah satu cara mensyukuri perbedaan ditunjukkan bukan pada lisan akan tetapi dengan mendengarkan pendapat orang lain yang beda keyakinan agamanya.”

Buat saya, ketika kita betul-betul dengan sadar sesadarnya mengatakan “ya !” terhadap keberadaan dan keesaan Allah (laa ilaaha illallaah; red),
kita tak perlu repot-repot lagi memikirkan lebel-lebel formal ketuhanan.
Pokoknya terus berlaku jujur, menjaga kerahasiaan klien, menganjurkan yang baik, menghindarkan perilaku, sikap dan pikiran buruk,
saya rasa ini semua pilihan orang-orang beriman. Itu alasan pertama.

Alasan kedua, Islam itu agama rahmat untuk semesta alam loooh.
Berislam itu mbok yang keren gitu loooh ! Maksudnya jadi orang Islam mbok yang betul-betul memayungi (pemeluk) agama- agama lain.

Agama kita itu sebagai agama terakhir dan penyempurna bagi agama- agama sebelumnya.

Agama kita puncak kesempurnaan agama looh. Dan karenanya kita harus tampil sebagai pembawa berita bagi semua.

Kita tidak perlu mengunggul- unggulkan agama kita yang memang sudah unggul dihadapan saudara-saudara kita yang tidak seagama dengan kita.

Bagaimana Islam bisa dinilai baik kalau kita selaku muslim lalu merendahkan agama (dan pemeluk) agama lain.

Jadi jangan sok udah berislam “secara baik” tapi ga pernah menghargai perbedaan.
gini deh, contoh kecilnya, kalo kita merendahkan teman kita sendiri tentu saja teman kita otomatis menjauhi kita

dan terakhir pak mario teguh berkata : “Masih banyak orang yang salah faham terhadap Islam. Ada satu pengalaman yang mengherankan sekaligus membuat saya prihatin. Dalam satu seminar di acara coffee break isteri saya didatangi salah seorang peserta penganut agama Kristen yang taat. Masih kepada isteri saya, orang itu memberi komentar bahwa saya menerapkan ajaran Injil dengan baik. Lalu dengan lembut, penuh kehati-hatian, isteri saya memberitahu bahwa saya seorang muslim. Sontak orang itu terperanjat saat mengetahui bahwa saya seorang muslim. Yang membuat isteri saya (dan kemudian juga saya) prihatin adalah ucapannya, “ Loch, koq ada ya orang Islam yang baik macam Pak Mario !?” Saya pun terkekeh mendengarnya. Nah ini kritik dan sekaligus menjadi tugas kita semua untuk memperbaiki citra Islam. ”

Menurut saya orang-orang seperti beliau adalah seorang sufi yang patut kita contoh yang ngga perlu menjelaskan keislamannya ke semua orang tapi dengan perilakunya sudah menujukkan bahwa beliau adalah muslim sejati. ^^,

0 komentar: