Malam abstraksi penggugah hati.
Kala itu waktu mempertemukan kita.
Entah kebetulan atau disengaja, apapun itu yang pasti takdir menyuruh kita bertemu. ^^,
Kolaborasi antara pikiran dan hati membentuk sebuah narasi, premis-premis hingga aku menyimpulkan dan memutuskan aku akan pulang lima menit lagi.
Sedikit waktu memang, namun itu begitu berarti. Karena dalam bagian lima menit itu aku dapat melihat sosoknya.
Ketika sosok itu muncul dari kerumunan orang, tetaplah dia yang paling khas dimataku.
Pribadi yang sempurna.. aku tak salah memilihnya.
Ia membuat mataku terpincing, ku benarkan posisi kacamataku agar aku bisa melihatnya dengan jelas, tak ada yang ingin kulewat satu mikrodetikpun. !
Pikiran melayang. memahami eksplanasi hati. Telapak tangan ini gemetar dan dingin. Detak jantung ini bervibrasi lebih cepat.
Menyerah sudah... !!!
Aku dalam keadaan sekarat saat ini. Sekarat karena aku tak punya arteri yang bisa dicabik untuk melawan sosokmu yang hadir dalam pikiranku bahkan dalam keadaan otak yang sedang hipoksia.
Aku mencoba mengacaukan pikiranku. Namun tetap terfokus pada sosokmu.
Pada posturmu yang tidak terlalu tinggi, dengan badan yang sedikit berisi. Bibirmu yang merah,. Rambut pendekmu dibelah pinggir dengan sedikit kau hias dengan sedikit poni disebelah kanan yang kau sisir dengan rapih. Matamu yang besar dan bersih.
Baaahhh....
Aku terhipnotis.
otot di mulutmu naik beberapa derajat saat itu, dibarengi kontaksi otot mata yang memenuhi persamaan elips dengan absis diperpanjang dan ordinat diperkecil..
Pandangan yang ramah... belkolaborasi dengan gerakan tangan yang kau angkat dengan kelima jarijarinya dibiarkan mergang membentuk sudut 30 derajat.
Dalam birirnya yang merah itu mengeluarkan suara yang beresonansi, berinterferensi dengan frekuensi getar dalam tenggorokannya yang seimbang. “heyyy... “ begitu yang kudengar.
Ekspresi yang kusuka....
Hebat sekali kau buat aku segila ini.


0 komentar:
Posting Komentar