malaikat-malaikat yang terlantar
Minggu, 27 Februari 2011
anak-anak kecil itu adalah ibarat malaikat di dalam keluarganya. pikiran polos mereka, kekanak-kanakan mereka, membuat dunia ini terasa simple dan menyenangkan.
Seperti saya, saya merindukan masa dimana saya masih jadi malaikat kecil keluarga saya, kepolosan yg membuat dunia tersenyum.
Dimasa kanak2 kita dapat tertawa lepas, kadang membuat orang2 dewasa sekeliling terbawa senyum akan kebahagian kami. anak-anak adalah buah dari kasih sayang orang tuanya yang harusnya juga mendapat limpahan cinta dari mereka.
Tapi kini saya menemukan kenyataan berbanding terbalik dari yang kita harapkan. Mereka kini ibarat malaikat, tapi malaikat-malaikat yang terlantar. Malaikat yang harus hidup dari uluran tangan orang lain. Memprihatinkan.
semenjak saya kuliah di bandung saya seringkali menemukan malaikat-malaikat kecil yg terlantar,
contohnya, sewaktu saya makan siang di salah satu tempat makan belakang masjid kampus,
waktu itu saya makan sendiri, saya melihat dua orang anak kecil (mungkin kakak adik) sedang bermain di pojokan kursi.
pakaian yg mereka gunakan agak kotor juga kebesaran. salah satu dari dua anak itu kakinya terkena eksim yg cukup meradang, mungkin karena mereka tidak pernah menggunakan alas kaki.
setelah saya selesai makan mereka melihat ke arah saya sambil tertawa, lalu mereka berjalan ke arah saya.
''teh, itu minta makanannya teh'' kata salah seorang anak kecil itu.
''eh... Kalian mau makan ini? Ini kan udah habis''
''ngga papa teh itu masih ada sedikit, kita belum makan teh''
''orang tua kalian dimana?'' saya bertanya
''dirumah teh''
''kalian pulang kerumah aja, minta makan sama orang tua kalian''
''dirumah ngga ada beras teh, ngga ada makanan, kita belum makan teh''
''masya Allah sampe segitunya?''
saya kasihan sama dua anak itu, tapi rasa ketidaktegaan saya lebih besar dari rasa kasihan yg saya punya.
Saya tidak tega kalau mereka memakan sisa makanan saya, mereka kan bukan binatang.
Ya Allah... Ketika saya berniat memberikan makanan kecil yg saya punya, dua anak itu keburu pergi menjauh, diusir sama yg punya warung makan ketika mau membereskan sisa makanan saya.
Ya Allah.... berdosakah saya,??
Astaghfirullah.
merekalah malaikat-malaikat yang terlantar. malaikat yang pancaran cahayanya redup, tak terlihat. dibalik wajahnya yg masih lugu, mereka bertarung dengan keadaan agar mereka masih bisa merasakan sesuap nasi untuk bertahan hidup.
Keadaanlah yg memaksa untuk mematahkan sayap mereka, sehingga tak jarang malaikat-malaikat yg terlantar tak bisa terbang tinggi meraih cita2 mereka.
Tapi yakinlah bahwa Tuhan selalu punya rahasia bagi ummatnya yang ingin terus mengambil hikmah dan pelajaran. Mungkin kehadiran mereka bisa membuat kita lebih mensyukuri apa yang telah Dia berikan. Jangan pernah merasa menjadi orang yang paling pintar dan paling hebat. Apalagi sampai menentang kekuasaan-Nya. Karena ibarat samudera, kita hanyalah tetesan- tetesan kecil dari kekuasaannya yang maha luas.
Allahu'alam.
Diposting oleh ruang kecil jendela inspirasi di 06.10
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar